mudik 2020

Gagal Mudik? Terjebak PSBB? Begini Cara Mengatasinya!

Memang sih sedih tidak bisa mudik tahun ini, kegaitan rutin tahunan berkumpul dengan keluarga besar di momen spesial idul fitri kini harus terpaksa tak dilaksanakan secara langsung, hal itu tentu untuk kebaikan kita semua. Pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran wabah covid-19 yang semakin merebak ini, terpaksa menghentikan arus lalulintah dari kota zona merah atau yang telah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ke kota lain yang tidak menerapkan PSBB atau tidak termasuk zona merah. Sedangkan masyarakat kebanyakan berada di kota yang berstatus zona merah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi.

Jika anda termasuk yang tidak bisa mudik, maka bersabar untuk tetap di rumah saja merupakan hal bijak yang harus laksanakan, memang berat, namun insyaAllah pasti ada kebaikan disetiap kebijakan yang diterapkan hasil dari musyawarah ini.

Dengan diterapkannya PSBB di kota-kota berstatus zona merah covid-19 ini, maka pembatasan-pembatasan aktifitas pun diterapkan dengan berbagai aturan dan sanksi yang sudah disiapkan, dan kita diwajibkan untuk patuh pada setiap aturan yang tertera pada Pembatasan Sosial Bersekala Besar ini seperti : Berkendara, Melakukan Aktifitas di luar rumah untuk tidak berdekat-dekatan dan agar menjaga jarak minimal 1 meter (phisycal Distancing), juga kita tidak diperkenankan untuk sholat berjama’ah di masjid.

Ulama-ulama pun ikut turun langsung kepada masyarakat betapa pentingnya “tidak sholat berjama’ah di masjid” pada saat wabah covid-19 ini terjadi. Tentu anjuran atau bahkan pelarangan ini bukan berarti menjauhkan ummat islam dari syariat islam, akan tetapi perlu ummat islam ketahui bahwa kebijakan ini pula pernah diterapkan pada masa kekhilafahan khulafaurrasyidin, artinya dengan tidak sholat berjama’ah di masjid pada masa wabah ini kita mendapatkan pahala layaknya pahala orang yang menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman berbahaya, yakni kematian.

Mari kita sama-sama berdo’a dan terus beribadah di rumah saja bersama keluarga, jika anda mengalami keterbatasan ilmu atau referensi untuk dikaji di rumah, maka meminta bantuan dari ustadz-ustadz bisa dilakukan dalam upaya terus mendapatkan nikmatnya ibadah di rumah, saat ini banyak sekali ustadz-ustadz yang memberikan kesempatan kepada ummat islam untuk bertanya, mendengarkan kajian dari berbagai fasilitas baik itu melalui whatsapp, facebook, atau bahkan youtube dan media lainnya.

Mari jadikan momen ramadhan ini lebih istimewa, berbenah visi dan misi dengan keluarga, insyaAllah akan lahir keluarga-keluarga yang rabbani hasil didikan madrasah terbaik di rumah dengan Qur’an sebagai imamnya.

Apa saja kegiatan rutin yang bisa anda lakukan sebagai orang tuan kepada keluarga tercinta ?

  • Anda bisa berkisah tentang perjalanan hidup Rasulullah Nabi Muhamad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada putra-putri anda
  • Bertilawah bareng, bisa meningkatkan semangat baik untuk anda pribadi pun kepada anggota keluarga
  • Stop menonton Televisi yang tidak bermanfaat dan bahkan berkesan merontokkan nilai ibadah puasa anda
  • Membuat Quiz mengenai ilmu puasa atau ilmu Al-Qur’an
  • Biasakan Sholat Dhuha bersama
  • Biasakan Sholat tepat waktu dengan sholat sunnah rawatibnya
  • Biasakan Sholat sunnah Qiyamullail di jalm 2 atau 3 dini hari sebelum sahur

Dan masih banyak lagi, masyaAllah. Betapa sangat bahagia apabila kita kembalikan seutuhnya kepada Allah, berharap hanya kepadaNya, dan tentu mewariskan semua keta’atan tauhid kepada generasi berikutnya, putra-putri yang diharapkan keshalihannya. Aamiin.

InsyaAllah, gagalnya mudik dan terjebaknya kita ditengah-tengah diterapkannya PSBB saat ini tidak membuat jengah diri dan keluarga, bahkan membuat kita tambah semangat untuk meningkatkan keta’atan kita kepada Allah SWT dan mencintai Baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top